LightBlog

Friday, September 22, 2017

Tubagus Iman Ariyadi, Walikota Cilegon, kena OTT KPK

Profil Tubagus Iman Ariyadi, Walikota Cilegon Ditangkap KPK, & kekayaanya yang mencapai 21miliar lebih

DewaDominoQQ

Jakarta, Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi terjaring oleh operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sejumlah pejabat Cilegon dan pihak swasta pada Jumat (22/9) malam. Di OTT, KPK mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan kawasan industri perizinan.

"Pak Wali ditangkap KPK?" Itulah topik hangat yang dibicarakan oleh masyarakat Kota Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu (23/9) pagi, setelah mereka mendapat kabar  OTT KPK di kota yang menyebar dengan cepat melalui jaringan media sosial.

"Semua orang di kantor mengatakan Pak Wali terkena OTT KPK," kata seorang karyawan PT Krakatau Steel Cilegon BBS

Pak Wali adalah sapaan kepada Iman Ariyadi sejak menjabat sebagai Walikota Cilegon pada tanggal 20 Juli 2010 lalu dilanjutkan untuk periode kedua (2016-2021).

Riwayat Tubagus Iman Ariyadi

Tubagus Iman Ariyadi adalah anak dari almarhum Tubagus Aat Safaat, mantan Ketua DPD Golkar Cilegon dan walikota Cilegon pertama sejak daerah tersebut ditingkatkan dari sebuah kota administratif ke Kota (dahulunya Kotamadya) pada tanggal 20 April 1999.

Tubagus Aat Safaat melayani Walikota Cilegon dua periode. Pada tahun 2012 ia menjadi tersangka KPK terkait kasus korupsi dalam pembangunan pelabuhan "terstle" Pelabuhan Kubangsari, Kota Cilegon, pada 2009 dengan dana Rp49 miliar. Aat kemudian dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor Serang, Banten, dan tidak mengajukan banding. Tak lama setelah dibebaskan dari penjara, Aat Safaat meninggal pada bulan November 2016.

Pengaruh Aat Safaat dan keluarganya sangat besar di wilayah Kota Cilegon. Tak heran, saat Iman Ariyadi berpeluang dalam pemilihan Cilegon tahun 2010 berpasangan dengan Edi Ariadi, pasangan ini lebih unggul dan kemudian dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon periode 2010-2015. Pada Pemilu Cilegon 2015, Iman kembali mencalonkan diri dengan dukungan 11 partai politik dan meraih kemenangan telak dengan dukungan 77,2 persen.

Iman Ariyadi lahir di Serang, Banten, pada tanggal 10 Juli 1974. Setelah lulus SD Negeri II Cilegon, ia melanjutkan pendidikannya di Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Balaraja, sampai ke Aliyah atau tingkat SMA. Kemudian ia belajar di Institut Agama Islam Sunan Gunung Djati, Bandung, di Fakultas Dakwah jurusan komunikasi penyiaran Islam, sampai tingkat S-1. Pada tahun 2001, ia mendapatkan gelar Master of Management dari Universitas Trisakti, Jakarta. Dan di tahun 2009, Iman meraih gelar doktoral (S-3) ilmu politik dengan predikat cum laude dari Universitas Indonesia (UI), Depok.

Sejak mahasiswa, Iman aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Bandung, terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi (Badko) HMI Jabar. Ia juga pernah menjadi Ketua KNPI Provinsi Banten, dan saat ini menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Cilegon, dan Ketua KAHMI Banten.

Sebelum menjabat sebagai Walikota Cilegon, Iman adalah anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPR RI periode 2009-2014 yang mewakili Dapil Banten II. Posisi sebagai anggota DPR nampaknya hanya sebagai batu loncatan, karena pada 2010 ia mencalonkan Walikota pada Pemilu Cilegon 2010 dan terpilih.
Iman menikah pada tahun 1999 bersama Ida Farida, asal Tangerang, yang merupakan adik perempuannya di Fakultas Dakwah IAIN Bandung.

Rp21 Miliar lebih Kekayaannya

Berdasarkan Laporan Wali Amanat Negara (LHKPN) yang dibuat oleh Faith tertanggal 14 Juli 2015, jumlah properti yang dimiliki adalah Rp21.642.738.273, terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.

Iman memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan di Cilegon, Serang, dan Tangerang. 

Salah satu harta tak bergerak Iman di Cilegon adalah tanah seluas 32.269 meter persegi senilai Rp 12 M. Sementara di Tangerang, ia memiliki aset tanah 500 meter persegi senilai Rp 2 miliar. Harta bergerak milik Iman berupa mobil dan motor sebanyak 6 unit senilai Rp2,45 miliar.

No comments:

Post a Comment

Adbox