Profil Tubagus Iman Ariyadi, Walikota Cilegon Ditangkap KPK, & kekayaanya yang mencapai 21miliar lebih
![]() |
| DewaDominoQQ |
Jakarta, Walikota Cilegon Tubagus Iman Ariyadi terjaring oleh operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sejumlah pejabat Cilegon dan pihak swasta pada Jumat (22/9) malam. Di OTT, KPK mengamankan sejumlah uang yang diduga terkait dengan kawasan industri perizinan.
"Pak Wali ditangkap KPK?" Itulah topik hangat yang dibicarakan oleh masyarakat Kota Cilegon, Provinsi Banten, Sabtu (23/9) pagi,
setelah mereka mendapat kabar OTT KPK di kota yang menyebar dengan cepat
melalui jaringan media sosial.
"Semua orang di kantor mengatakan Pak Wali terkena OTT KPK," kata seorang karyawan PT Krakatau Steel Cilegon BBS
Pak Wali adalah sapaan kepada Iman Ariyadi sejak menjabat
sebagai Walikota Cilegon pada tanggal 20 Juli 2010 lalu dilanjutkan untuk
periode kedua (2016-2021).
Riwayat Tubagus Iman Ariyadi
Tubagus Iman Ariyadi adalah anak dari almarhum Tubagus Aat
Safaat, mantan Ketua DPD Golkar Cilegon dan walikota Cilegon pertama sejak
daerah tersebut ditingkatkan dari sebuah kota administratif ke Kota (dahulunya Kotamadya)
pada tanggal 20 April 1999.
Tubagus Aat Safaat melayani Walikota Cilegon dua periode.
Pada tahun 2012 ia menjadi tersangka KPK terkait kasus korupsi dalam
pembangunan pelabuhan "terstle" Pelabuhan Kubangsari, Kota Cilegon,
pada 2009 dengan dana Rp49 miliar. Aat kemudian dijatuhi hukuman 3,5 tahun
penjara oleh Pengadilan Tipikor Serang, Banten, dan tidak mengajukan banding.
Tak lama setelah dibebaskan dari penjara, Aat Safaat meninggal pada bulan
November 2016.
Pengaruh Aat Safaat dan keluarganya sangat besar di wilayah
Kota Cilegon. Tak heran, saat Iman Ariyadi berpeluang dalam pemilihan Cilegon
tahun 2010 berpasangan dengan Edi Ariadi, pasangan ini lebih unggul dan
kemudian dilantik sebagai Walikota dan Wakil Walikota Cilegon periode
2010-2015. Pada Pemilu Cilegon 2015, Iman kembali mencalonkan diri dengan
dukungan 11 partai politik dan meraih kemenangan telak dengan dukungan 77,2
persen.
Iman Ariyadi lahir di Serang, Banten, pada tanggal 10 Juli
1974. Setelah lulus SD Negeri II Cilegon, ia melanjutkan pendidikannya di
Pesantren Daar El-Qolam, Gintung, Balaraja, sampai ke Aliyah atau tingkat SMA.
Kemudian ia belajar di Institut Agama Islam Sunan Gunung Djati, Bandung, di
Fakultas Dakwah jurusan komunikasi penyiaran Islam, sampai tingkat S-1. Pada
tahun 2001, ia mendapatkan gelar Master of Management dari Universitas
Trisakti, Jakarta. Dan di tahun 2009, Iman meraih gelar doktoral (S-3) ilmu
politik dengan predikat cum laude dari Universitas Indonesia (UI), Depok.
Sejak mahasiswa, Iman aktif di Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) cabang Bandung, terakhir menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi (Badko)
HMI Jabar. Ia juga pernah menjadi Ketua KNPI Provinsi Banten, dan saat ini
menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Cilegon, dan Ketua KAHMI Banten.
Sebelum menjabat sebagai Walikota Cilegon, Iman adalah
anggota DPRD Provinsi Banten, anggota DPR RI periode 2009-2014 yang mewakili
Dapil Banten II. Posisi sebagai anggota DPR nampaknya hanya sebagai batu
loncatan, karena pada 2010 ia mencalonkan Walikota pada Pemilu Cilegon 2010 dan
terpilih.
Iman menikah pada tahun 1999 bersama Ida Farida, asal
Tangerang, yang merupakan adik perempuannya di Fakultas Dakwah IAIN Bandung.
Rp21 Miliar lebih Kekayaannya
Berdasarkan Laporan Wali Amanat Negara (LHKPN) yang dibuat
oleh Faith tertanggal 14 Juli 2015, jumlah properti yang dimiliki adalah
Rp21.642.738.273, terdiri dari harta bergerak dan tidak bergerak.
Iman memiliki sejumlah aset tanah dan bangunan di Cilegon,
Serang, dan Tangerang.
Salah satu harta tak bergerak Iman di Cilegon adalah
tanah seluas 32.269 meter persegi senilai Rp 12 M. Sementara di Tangerang, ia
memiliki aset tanah 500 meter persegi senilai Rp 2 miliar. Harta bergerak milik
Iman berupa mobil dan motor sebanyak 6 unit senilai Rp2,45 miliar.




No comments:
Post a Comment