LightBlog

Saturday, September 16, 2017

ASEAN Para Games dimulai hari ini, akankah indonesia menjadi juaranya?

DewaDominoQQ

Di tengah hiruk pikuk persiapan untuk upacara pembukaan yang akan berlangsung hari ini di Stadion Bukit Jalil mulai pukul 19.00 waktu setempat, timnas Indonesia akan berkompetisi di jalur paracycling track, goalball dan tenis meja.

Cabang Paracycling dan road race baru ada di ASEAN Para Games tahun ini.

Cabang Paracycling Track di Velodrome Nasional, Putrajaya hari ini langsung menuju final, dan akan memperebutkan tujuh medali emas dari kilometer C1, C2, C3; kilometer putra C4; kilometer putra C5; putra lari (B); dan putri lari (B). Indonesia menurunkan Muhammad Fadli Immamuddin di kilometer C5 dan Sufyan Saori di kilometer C4.

Muhammad Fadli, yang kehilangan kaki kirinya dengan tidak sengaja saat merayakan kemenangan di kelas supersport Racing Balap Asia Arena kelas 600 pada 2015, dianggap sebagai kandidat kuat untuk memenangkan medali emas pada nomor ini meski nomor andalannya adalah balap jalan raya perorangan individual time trial.

"Saya melihat mereka selama latihan, saya pikir Fadli sangat mengenal jalurnya, saya optimis dia bisa mendapatkan emas," kata Ketua Umum Kontingen  (CdM) Indonesia Bayu Rahadian.

Manajer tim Paracycling Tanah Air Puspita Mustika Adya mengatakan, atlet tersebut ditargetkan memenangkan dua medali emas dari total 24 medali emas yang diperebutkan dalam cabang olahraga tersebut.

Namun kedua medali emas tersebut diharapkan bisa datang saat uji coba individu C5 melalui Muhammad Fadli Imammudin dan H3 I tangan sepeda Wayan Damai.

Optimis pada Goalball

Dari tim olah raga hingga atlet tuna netra, hari ini tim putra Indonesia akan berhadapan dengan Laos. Pelatih goalball pria Indonesia Hendrig Joko Prasetyo optimistis timnya bisa mengalahkan lawan.

"Di atas kertas kita harus bisa menang, apalagi di hari yang sama Laos harus berhadapan dengan Malaysia yang kemudian melawan kita," kata Hendrig.

Format kompetisi goalball di ASEAN Para Games 2017 yang diselenggarakan di Hall 8 Malaysian International Trade and Exhibition Centre (MITEC) adalah setengah kompetisi atau round robin dan diikuti oleh tujuh negara. Indonesia sendiri hanya mengikuti nomor putra. Selain Indonesia dan Laos, tim pria Thailand, Malaysia, Kamboja, Filipina dan Myanmar juga berpartisipasi dalam pertandingan tersebut.

Tim goalball putra Indonesia bertekad untuk memenangkan emas di ASEAN Para Games 9, setelah tiga edisi ASEAN Para Games selalu memenangkan medali perunggu.

"Kami bosan  terus dapat perunggu," kata kapten timnas Indonesia Arif Setiawan, yang merupakan anggota tim GOA pada 2011, 2013 dan 2015.

Kampanye  Tenis Meja

Tim tenis meja di ASEAN Para Games 2017 memulai kampanye untuk memenangkan gelar juara pada hari Minggu (17/9). Pada hari pertama pertandingan olahraga, tim Indonesia akan ditempatkan di kelompok putra kelas 8, putra kelas 9 dan tim putra  kelas 10.

Di tenis meja ASEAN Para games, kelas 1-5 diperuntukkan bagi para atlet difabel tuna daksa yang tidak dapat berdiri dan harus duduk di kursi roda; Kelas 6-10 untuk atlet dengan  difabel tuna daksa namun tetap mampu berdiri dan kelas 11 untuk atlet tuna grahita. Pada hari peresmian  kompetisi, tim putra kelas 8 akan bermain melawan Filipina, tim putra 9 melawan Myanmar dan tim putra kelas 10 melawan Singapura.

Pelatih tim tenis Indonesia Rima Ferdianto mengatakan Indonesia sangat mungkin bisa menaklukkan lawan.

"Indonesia diunggulkan di nomor klasemen tim, jadi sebagai calon peraih medali emas kita ada di pot satu."

Kompetisi tenis meja ASEAN Para Games 2017 diadakan dalam format semi kompetitif.
Di tim putra kelas 8, Indonesia akan bermain melawan Thailand, Malaysia dan Vietnam setelah melawan Filipina. Di kelompok pria kelas 9, selain Myanmar, Indonesia akan bersaing dengan Filipina dan Malaysia.


Di tim putra kelas 10, setelah kontra Singapura, Indonesia akan menghadapi Thailand, Vietnam dan Malaysia.

No comments:

Post a Comment

Adbox