LightBlog

Wednesday, September 13, 2017

Sebanyak 36 pekerja asing di Australia ditangkap

DewaDominoQQ
Salah satu pemasok stroberi terkemuka di WA  bisa menghadapi hukuman yang signifikan setelah diduga mempekerjakan 36 pekerja asing ilegal di salah satu perkebunan di Perth. Petugas Australian Border Force menuju ke markas Ti Produce di Bullsbrook pada hari Selasa dan menangkap pria dan wanita dari beberapa negara yang diduga tidak memiliki visa kerja, termasuk beberapa orang yang diduga tinggal di Australia secara ilegal selama bertahun-tahun.

ABF mengatakan bahwa penggerebekan tersebut telah berbulan-bulan dalam perencanaan. ABF mengatakan jumlah pekerja ilegal yang berada di properti tersebut kemungkinan besar jauh lebih banyak karena beberapa orang melarikan diri ke semak-semak di sekitarnya saat pengerebekan  tersebut dimulai.

Ti Produce dijalankan oleh pengusaha Lam Ti Muir dan rekannya Jamie Michael, yang merupakan presiden dari badan puncak industri stroberi, Strawberries Australia Inc. Pasangan tersebut, sedang berada di perkebunan selama penggerebekan tersebut, dihubungi kemarin namun menolak berkomentar.

Mempekerjakan pekerja ilegal membawa denda mulai dari denda $ 9.000 untuk setiap pekerja, atau kurungan sampai lima tahun penjara.

ABF mengatakan bahwa penggerebekan tersebut telah berbulan-bulan dalam perencanaan dan melibatkan lebih dari 70 personil dari kantor Polisi Negara Bagian dan Federal dan Kantor Ombudsman Fair Work. Perwira ABF tambahan diterbangkan dari Negara lain untuk membantu operasi tersebut.

Orang Australia Barat ada di sana saat konvoi kendaraan berguling ke daerah, tepat pada tengah hari sementara banyak dari 200 pekerja  perusahaan tersebut sedang duduk untuk makan siang.

Seorang backpacker asal Inggris, yang memiliki visa kerja yang sah, mengatakan bahwa dia ditahan selama beberapa jam saat pihak berwenang memulai tugas mammoth untuk memverifikasi identitas setiap orang di lokasi dan memeriksa hak kerja mereka. Pria tersebut mengatakan bahwa dia telah bekerja di salah satu gudang pengemasan dan terkejut saat petugas menyerbu masuk dan menyuruhnya untuk tidak bergerak.

Mereka yang memiliki visa yang sah diizinkan pergi pada sore hari karena pihak berwenang terus bekerja sampai malam memproses sisanya, yang menghadapi deportasi. Menurut ABF, dari 36 orang yang ditahan, 28 memegang visa turis yang sah yang tidak diberikan hak untuk bekerja di WA. Delapan sisanya telah memperpanjang visa mereka dan tidak berhak berada di negara tersebut, katanya.


ABF yang bertindak sebagai inspektur operasi regional Linda Jose mengatakan bahwa penyerbuan tersebut merupakan bagian dari investigasi yang lebih luas mengenai apa yang dia sebut sebagai perantara tenaga kerja yang "tidak bermoral" yang memasok pekerja ilegal ke petani WA.

No comments:

Post a Comment

Adbox