LightBlog

Tuesday, September 12, 2017

Terciduk, Foto Asma Dewi bersama para petinggi Partai Gerindra, adakah hubungannya?

DewaDominoQ
Jakarta - Asma Dewi, yang ditangkap oleh polisi atas tuduhan konten saracen di media sosial Facebook, sering mengupload foto bersama Prabowo di akun social media-nya. Partai Gerindra mengatakan Asma Dewi bukan kader dan fotonya bersama Prabowo adalah hal yang normal.


"Jika ada orang yang berfoto bersama pejabat partai, termasuk Pak Prabowo, itu normal, di mana pun kita selalu diajak untuk  foto, jangankan Pak Prabowo, saya yang hanya seorang politisi di DPR juga hampir setiap hari orang minta foto. Kita, tidak boleh melarang orang meminta foto kita, "kata Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria saat dihubungi Selasa (12/09/2017).

Riza mengatakan bahwa foto tersebut tidak dapat digunakan sebagai ukuran kedekatan seseorang dengan tokoh politik atau pemimpin partai politik. Setiap orang bisa berfoto dengan berbagai figur dan pejabat partai politik.

"Jika orang dekat dengan saya, orang berfoto bersama saya, bukan ukurannya, karena siapapun bisa berfoto dengan siapa saja, dimana saja, apalagi kalau dia tokoh masyarakat. Jadi banyak orang yang ingin berfoto, lumrah dan biasa," dia berkata.

Asma Dewi bukan kader Partai Gerindra. Ia juga tidak memiliki keterkaitan khusus dengan Ketua Gerindra Prabowo Subianto. Gerindra sepenuhnya mendukung kinerja polisi dalam penyelidikan dan melakukan tindakan terhadap siapa saja yang terlibat dalam kasus  kebencian dan sindikat Saracen.

"Bagi Partai Gerindra, siapapun yang terlibat dalam perilaku SARA, perkataan yang membenci, dan seterusnya, sangat bertentangan dengan prinsip Partai Gerindra dan kami akan dengan keras mengecam siapa pun yang mempraktikkan SARA, karena Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, NKRI harga mati, jadi jangan ada yang ngomong sembarangan, "jelasnya.

Asma Dewi ditangkap oleh Direktorat Tindak Pidana Kejahatan  Polri dari kasus dugaan penyebaran ucapan kebencian (hate speech). Polisi juga menyebut  Asma Dewi memiliki kaitan dengan kelompok penyebar benci, Saracen.

Pengacara Asma Dewi, Djudju Purwantoro, mengatakan bahwa kliennya tidak berhubungan dengan Saracen. Djudju, yang merupakan Direktur Lembaga Bantuan Hukum Bang  Japar (Jawara dan Pengacara), mengatakan bahwa Asma Dewi tidak mengetahui tentang Saracen.

Berdasarkan hasil penyelidikan Polisi, Asma Dewi juga pernah melakukan transaksi transfer uang sebesar 75 juta rupiah ke rekening pengurus Saracen.

Sangking banyaknya masyarakat yang ingin tau tentang Asma Dewi, dan membuat rasa penasaran sehingga mereka pun mencari-cari berita tentang Asma Dewi dan apa saja hal-hal yang diperbuat dia sebelumnya. 

Masyarakat menduga Asma Dewi merupakan orang yang sama dalam aksi bela islam terkait penistaan yang dilakukan pak Ahok saat adanya pilkada jakarta lalu. Dalam sebuah video di Youtube yang berdurasi 10 detik, nampak seorang perempuan yang mirip dengan Asma Dewi, yang menyerukan " Bunuh Ahok", Ahok hanya ada dua pilihan Mati atau Dipenjara. Dalam video itu, raut muka seorang wanita itu memang sangat mirip dengan Asma Dewi, apalagi, Asma Dewi tercatat sebagai Aktivis Tamasya Al Maidah, apakah wanita ini, benar memang Asma Dewi?


"Soal hubungannya dengan Saracen, dia sama sekali tidak tahu tentang hal itu," kata Djudju, Selasa (12/9).

No comments:

Post a Comment

Adbox