LightBlog

Friday, September 29, 2017

Pro dan Kontra Foto Setya Novanto yang terbaring di RS

DewaDominoQQ

Kasus dugaan korupsi KTP elektronik (e-KTP), Setya Novanto atau yang akrab disapa Setnov hingga saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Premier Jatinegara, Jakarta Timur. Dua hari terakhir, yang beredar di foto massa Pembicara DPR terbaring di ruang perawatan.

Di foto itu, mata Novanto tertutup. Tubuhnya terbaring di tempat tidur dengan kemeja putih dan ditutupi selimut cokelat. Pernapasan dan peralatan intravena terlihat di hidung dan lengannya. Sejumlah perangkat medis sampai ke elektrokardiograf atau penglihat detak denyut jantung terlihat di sisi kiri tempat tidur Setnov.

Foto ini sibuk didiskusikan netizen. Beberapa bahkan membuat lelucon foto dengan membuat meme. Berbagai tanggapan tentang gambar tersebut berasal dari politisi hingga pejabat negara. Salah satunya Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Partai Golkar Yorrys Raweyai. Dia melihat kesalahan di foto itu. Salah satunya monitor gambar yang tidak pada umumnya. "Ya, Anda bisa melihatnya, itu berarti gini, monitornya tidak bekerja dengan benar," kata Yorrys seusai Rakornas II Partai Golkar di menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (28/9).

Menurutnya, biasanya saat orang sakit dan memasang oksigen dan perangkat lainnya, monitor akan mencatat detak jantung. Tapi di foto Setya Novanto hanya tampil seolah alatnya tidak berfungsi.

"Jika Anda memasang alat, selang, atau oksigen, maka ada monitor, biasanya jika ada rasa sakit, itu muncul (detak jantung), nah ini malah tidak ada," katanya.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon sebenarnya mengomentari jumlah netizen yang menjadikan foto itu sebagai lelucon. Menurutnya, tidak etis jika foto Setya Novanto sakit dibuat menjadi meme.

"Orang sakit dibuat meme, itu tidak etis, bukan hanya  Novanto, saya tidak berpikir itu kita, biasanya ini adalah masalah rasa sakit, jika kita dibuat meme tersebut," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9).

Ditanya mengenai kondisi rekan-rekannya, hingga saat ini Fadli belum sempat berkunjung ke Ketua Umum Partai Golkar di rumah sakit. "Saya belum sempat, karena saya belum punya waktu," katanya.

Sejalan dengan Fadli Zon, Wakil Ketua MPR Hidayat Nurwahid juga tidak setuju jika foto Ketua DPR Setya Novanto yang terbaring di ruang perawatan dibuat meme. Masyarakat harus berdoa untuk penyembuhan Setnov alih-alih malah membuatnya menjadi lelucon.

"Pada prinsipnya saya tidak setuju jika orang sakit itu kemudian dibuat jadi bahan candaan, dikerjain dengan meme atau dengan hal lain. kami ingin dia cepat sembuh," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (28/9).

Ia berharap, Novanto bisa segera disembuhkan agar bisa melaksanakan tugasnya baik sebagai Ketua DPR maupun Ketua Partai Golkar. "Kalau begitu bisa melaksanakan mandatnya atau kewajiban lainnya, dan itulah yang harus dilakukan warga negara Indonesia yang adil dan beradab," katanya.

Di foto tersebut, terlihat Politikus Golkar Endang Srikarti Handayani yang berkunjung ke Novanto. Endang mengaku mengunjungi Novanto seminggu yang lalu. Saat itu, kondisi Setnov disebut sangat lemah karena operasi baru selesai. Oleh karena itu Setya Novanto dirawat di ruang ICU.

Endang mengaku tidak bisa berkomunikasi dengan 'komandannya' di Golkar dan DPR. Karena pada saat itu Setnov sedang tidur. "Ya sadar mungkin, tapi dia tidur lagi," kata Endang kepada wartawan, Rabu (27/9).

Soal penyimpangan pada foto yang beredar, Endang enggan berkomentar. Dia mengaku tidak mengerti tentang monitor detak jantung.

"Baiklah saya tidak mengerti soal medis, ya mungkin operasi itu perlu istirahat dan tidak untuk berbicara, saya hanya diizinkan untuk jenguk dan hanya sebentar, tidak boleh mengajak bicara" singkatnya.

Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid enggan berkomentar banyak mengenai peredaran foto Ketua DPP Partai Golkar Setya Novanto yang sedang menjalani perawatan. Dia hanya memastikan bahwa di foto itu benar Novanto berada di Rumah Sakit Premier Jatinegara.

"Kalau ruangan itu ada di (RS) Premiere karena saya pernah ke sana juga, baru saya dapatkan dari Sulawesi Selatan jadi belum komunikasi dengannya (Novanto)," kata Nurdin di Restaurant Puang Ocha, Jakarta Pusat, Rabu 27/9).


Sampai saat ini belum ada kejelasan tentang foto dari sumber yang kompeten, baik rumah sakit maupun keluarga Novanto

No comments:

Post a Comment

Adbox