![]() |
| DewaDominoQQ |
Warga Karangasem panik setelah status Gunung Agung meningkat dari level II Waspada naik ke level III Siaga. Saat ini warga Karangasem sudah meninggalkan rumah dan menunggu instruksi dari pemerintah.
Rata-rata warga berasal dari dusun yang berada di kawasan rawan bencana (KRB) III. Warga telah meninggalkan rumah akibat gempa dan bau
belerang. Bahkan berdasarkan data yang terkumpul, gempa tersebut dirasakan oleh
warga di Selat Kecamatan, Rendang, dan Kecamatan Kubu, Karangasem.
Seorang warga Rendang, Wayan Janiarta mengatakan, pengungsi
ini berasal dari Desa Muncan atas, sebagian dari desa Besakih dan Sebudi. Saat
ini mereka sedang menunggu informasi dan instruksi dari pemerintah. Untuk saat
ini, warga berkumpul di lapangan Singarata yang cukup aman.
"Warga berkumpul di lapangan dan semuanya saat ini
sedang menunggu instruksi dari pemerintah," kata Wayan Janiarta, Selasa
(19/09/2017).
Dia menjelaskan bahwa warga yang ketakutan mendapat tempat
penampungan sementara, yaitu di wantilan-wantilan di dekatnya dari lapangan.
"Semalam mereka mulai berdatangan setelah gempa yang terjadi,"
jelasnya.
I Ketut Wijaya Mataram warga lain menyatakan hal yang sama.
Beberapa warga Banjar Pejeng, Desa Muncan memilih tempat pengungsian sementara
di banjar Menanga Kawan, Desa Menanga. "Warga sudah mulai mencium belerang
sehingga memutuskan untuk meninggalkan rumahnya," katanya.
Ia menyebutkan juga, lokasi dijadikan tempat penampungan di
lapangan Desa Rendang, termasuk kantor LPD Rendang dan wantilan. Warga Banjar
Duku, Kecamatan Kubu, Karangasem juga masih mempersiapkan informasi lebih
lanjut dari pemerintah.
Airnav Indonesia telah meminta agar semua penerbangan
menghindari terbang di dekat daerah Gunung Agung di Karangasem, Bali menyusul
bangkitnya status gunung ke level III Siaga. Humas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsan
mengatakan, sejak status ke level III Siaga Gunung Agung, semua penerbangan ditekankan
agar tidak terbang di daerah tersebut.
"Airnav telah meminta penerbangan untuk tidak terbang
di dekat daerah tersebut, karena status level III Siaga, katanya di Denpasar,
Selasa (19/9/2017).
Kesimpulannya diambil dari grafik kenaikan pergerakan yang
telah meningkat sejak 19.00 Wita pada hari yang sama. Gempa tersebut dirasakan
dengan besaran Md3.11 yang tercatat pada 19.02 Wita dengan skala MMI II-III di
Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Agung di Desa Rendang, Karangasem.
Statu Waspada II menjadi level III Siaga, dihitung dari data
instrumental setelah status sampai ke Level II (Waspada) pada tanggal 14
September 2017 sampai 18 September 2017 pukul 20.00 Wita, mencatat 2 kali gempa
Non-Harmonic Tremor dengan amplitudo 6 mm dan lama gempa mencapai 480 detik.
Sebelum tingkat ke III Siaga, status Gunung Agung dari
keadaan normal menjadi waspada terjadi pada hari Kamis 14 September 2017.




No comments:
Post a Comment