![]() |
| DewaDominoQQ |
Bogor - Polisi telah menyelidiki kasus kematian Hilarius Christian Event Raharjo akibat pertarungan gladiator di Taman Palupuh, Kota Bogor. Kepala Humas Polda Kota Bogor, AKP Syarif Hidayat, mengatakan penyidik telah menetapkan lebih dari satu tersangka.
"Kalau penentuan tersangka, ada lebih dari satu
orang," kata Kepala Humas Polda Kota Bogor AKP Syarif Hidayat, seperti
ditegaskan, Rabu (20/09/2017).
Namun, dia tidak menyebutkan identitas pelaku yang
menyebabkan siswa SMA Budi Mulia yang memaksa duel mirip gladiator sampai mati.
"Pelakunya juga belum ditangkap karena mereka masih dicari keberadaanya," kata Syarif.
Keputusan tersangka dibuat setelah polisi memiliki bukti
autopsi yang kuat di tubuh korban. Selain itu, polisi telah mengumpulkan
informasi dari 17 saksi, termasuk teman korban, pihak sekolah, dan termasuk dokter
yang menangani Hilarius. Dari hasil otopsi yang dilakukan oleh tim Forensic Polda
Jabar ditemukan adanya unsur kekerasan.
"Ada beberapa kelainan pada organ tubuh korban,"
kata Spesialis Forensik Polisi Jabar Kompol Dr M. Ihsan Wahyudi usai melakukan
otopsi korban di TPU Perumda, Kota Bogor, Selasa (19/09/2017).
Namun Ihsan enggan mengungkapkan temuan kekerasan fisik yang
dialami Hilarius karena duel gladiator dengan siswa lain di Taman Palupuh, Kota
Bogor, pada Januari 2016.
"Tidak bisa disinggung, nanti akan diungkapkan oleh
penyidik," katanya.
Namun, yang jelas dengan pembusukan yang terhambat pada
tubuh korban sangat membantu tim forensik untuk menemukan penyebab kematian,
meski kejadiannya sudah lama.
"Ada beberapa bagian tubuh yang masih bagus yang
membantu kita," kata Ihsan.
Polresta Pidana Kota Bogor Kompol Choirudin mengatakan hasil
otopsi sementara indikasi korban tewas akibat kekerasan.
"Hasil yang terlihat dari tim forensik Kepolisian Jawa
Barat bisa kita simpulkan, namun hasilnya akan diumumkan nanti," katanya.
Menurut hasil otopsi menjadi salah satu bukti untuk mengungkap
kasus kematian Hilarius.
"Tahap selanjutnya kita kejar para pelaku karena tahap
pemeriksaan saksi sudah dilakukan," kata Choirudin.
"Untuk para pelaku sebaiknya bersifat kooperatif, kalau
bisa datang kepada kita daripada kita yang cari," kata Ulung.
Perkelahian mirip gladiator
Murid SMA Budi Mulia Bogor, Hilarius Christian Event
Raharjo, meninggal dunia setelah diduga mengalami kekerasan fisik dalam
perkelahian gladiator. Anak pasangan Maria Agnes dan Raharjo terbunuh, setelah
bertengkar satu lawan satu dengan murid sekolah lainnya, dan disaksikan puluhan
siswa lainnya di Taman Palupuh, di belakang SMAN 7 Kota Bogor.
Pertarungan gaya gladiator atau bomb-bomb merupakan tradisi
dalam menghadapi peristiwa besar, kompetisi liga basket antar siswa. Kasus
tersebut sebenarnya terjadi pada bulan Januari 2016. Namun, pada saat itu,
kasus tersebut diselesaikan secara damai karena keluarga tersebut menolak jasad
Hilarius diautopsi. Sementara pelaku diusir dari sekolah.
Kasus tersebut muncul kembali setelah ibu Hilarius
mengunggah kasus kematian anaknya melalui akun Facebook,yang ditujukan kepada Presiden Jokowi




No comments:
Post a Comment