![]() |
| DewaDominoQQ |
Koordinator Pengawas Keuangan Badan Pengawas Keuangan dan
Pembangunan DKI, Lisa Parlina Ekowati, mengatakan salah satu dari mereka
mengizinkan pengangkatan langsung penyedia barang dan jasa untuk program yang
terkait dengan Olimpiade. "Khusus untuk Asian Games, tidak ada batasan
nilai untuk penunjukan langsung," katanya, Kamis, 8 Juni 2017.
Dasar hukumnya, Lisa menjelaskan, adalah Peraturan Presiden
Nomor 48 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018.
Pelaksanaan pasal kebijakan yang ditandatangani pada bulan April ini dibahas
dalam rapat koordinasi persiapan Asian Games di Balaikota, Kamis.
Di pemerintah Jakarta, Lisa mengatakan, dinas atau badan yang langsung menunjuk hanya perlu melapor ke
panitia penyelenggara Asian Games Nasional melalui situs monitoring situs
persiapan Asian Games. Setelah itu, mereka berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung
dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa sehingga pengadaannya tidak
akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan.
Lisa juga meminta pemerintah DKI Jakarta untuk menyesuaikan
data nilai kontrak dan realisasinya dalam aplikasi pemantauan. Menurutnya, ada
perbedaan Rp 3 triliun antara data anggaran DKI Jakarta dan data dalam pantauan
aplikasi monitoring.
Asisten Sekretaris Daerah Bidang Kesejahteraan Rakyat Jakarta, Fatahillah, menyetujui permintaan
Lisa. Dia mengatakan, perusahaan milik daerah yang berpartisipasi dalam
persiapan Asian Games 2018 juga akan diizinkan untuk mendaftarkan pengadaan
mereka ke aplikasi pemantauan tanpa melalui unit kerja regional (SKPD).
"Agar lebih cepat, apalagi mereka sebagai pelaksana tahu lebih banyak,"
katanya.
Pemerintah Jakarta melalui badan usahanya, PT Jakarta
Propertindo, bertanggung jawab untuk membangun tiga proyek untuk mendukung
Asian Games pada bulan Agustus 2018. Mereka adalah proyek kereta ringan atau
light rail transit, renovasi velodrom dan revitalisasi arena berkuda di
Pulomas, Jakarta Timur. Fatahillah mengatakan, anggaran ketiga proyek tersebut
adalah Rp 7,891 triliun.
Dari total anggaran, Fatahillah mengatakan, alokasi dana
terbesar untuk proyek kereta ringan adalah Rp 6,81 triliun. Sedangkan velodrom
dan arena berkuda masing-masing Rp 665 miliar dan Rp 417 miliar. Pada akhir
tahun ini, Propertindo Jakarta telah menerima Rp 5,7 triliun. "Sisanya
akan diberikan pada 2018," katanya.
Selain itu, kata Fatahillah, usulan periode Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2017 kemungkinan akan diperpanjang.
Tujuannya memberi kesempatan kepada dinas, badan, dan biro bahwa pelaksanaan
program memakan waktu lebih lama. Jangka waktu pengajuan proposal untuk APBD
2017 Perubahan berakhir pada akhir Mei.
Misalnya renovasi gelanggang olahraga. Kepala Dinas Pemuda
dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk
merenovasi sembilan arena olahraga dan membangun lapangan baseball. Gelanggang
olahraga akan digunakan untuk latihan basket dan bola voli.
Karena wajib standar internasional, kata Ratiyono, renovasi
arena olahraga memakan waktu enam bulan. Jika renovasi dimulai pada 2018, dia
memperkirakan proyek tersebut tidak akan selesai pada Juli tahun depan.
Sementara, sebelum Asian Games 2018, pemerintah DKI Jakarta juga harus
menggelar uji coba untuk menguji kelayakan semua pertandingan arena.
"Tidak cukup waktu jika semuanya dimulai tahun depan," katanya.




No comments:
Post a Comment