LightBlog

Monday, September 4, 2017

Jakarta - Pemerintah DKI Jakarta telah mempercepat persiapan Asian Games 2018


DewaDominoQQ

Koordinator Pengawas Keuangan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan DKI, Lisa Parlina Ekowati, mengatakan salah satu dari mereka mengizinkan pengangkatan langsung penyedia barang dan jasa untuk program yang terkait dengan Olimpiade. "Khusus untuk Asian Games, tidak ada batasan nilai untuk penunjukan langsung," katanya, Kamis, 8 Juni 2017.

Dasar hukumnya, Lisa menjelaskan, adalah Peraturan Presiden Nomor 48 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Asian Games XVIII Tahun 2018. Pelaksanaan pasal kebijakan yang ditandatangani pada bulan April ini dibahas dalam rapat koordinasi persiapan Asian Games di Balaikota, Kamis.

Di pemerintah Jakarta, Lisa mengatakan, dinas atau badan  yang langsung menunjuk hanya perlu melapor ke panitia penyelenggara Asian Games Nasional melalui situs monitoring situs persiapan Asian Games. Setelah itu, mereka berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa sehingga pengadaannya tidak akan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan.

Lisa juga meminta pemerintah DKI Jakarta untuk menyesuaikan data nilai kontrak dan realisasinya dalam aplikasi pemantauan. Menurutnya, ada perbedaan Rp 3 triliun antara data anggaran DKI Jakarta dan data dalam pantauan aplikasi monitoring.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang  Kesejahteraan Rakyat  Jakarta, Fatahillah, menyetujui permintaan Lisa. Dia mengatakan, perusahaan milik daerah yang berpartisipasi dalam persiapan Asian Games 2018 juga akan diizinkan untuk mendaftarkan pengadaan mereka ke aplikasi pemantauan tanpa melalui unit kerja regional (SKPD). "Agar lebih cepat, apalagi mereka sebagai pelaksana tahu lebih banyak," katanya.

Pemerintah Jakarta melalui badan usahanya, PT Jakarta Propertindo, bertanggung jawab untuk membangun tiga proyek untuk mendukung Asian Games pada bulan Agustus 2018. Mereka adalah proyek kereta ringan atau light rail transit, renovasi velodrom dan revitalisasi arena berkuda di Pulomas, Jakarta Timur. Fatahillah mengatakan, anggaran ketiga proyek tersebut adalah Rp 7,891 triliun.

Dari total anggaran, Fatahillah mengatakan, alokasi dana terbesar untuk proyek kereta ringan adalah Rp 6,81 triliun. Sedangkan velodrom dan arena berkuda masing-masing Rp 665 miliar dan Rp 417 miliar. Pada akhir tahun ini, Propertindo Jakarta telah menerima Rp 5,7 triliun. "Sisanya akan diberikan pada 2018," katanya.

Selain itu, kata Fatahillah, usulan periode Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2017 kemungkinan akan diperpanjang. Tujuannya memberi kesempatan kepada dinas, badan, dan biro bahwa pelaksanaan program memakan waktu lebih lama. Jangka waktu pengajuan proposal untuk APBD 2017 Perubahan berakhir pada akhir Mei.

Misalnya renovasi gelanggang olahraga. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta Ratiyono mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk merenovasi sembilan arena olahraga dan membangun lapangan baseball. Gelanggang olahraga akan digunakan untuk latihan basket dan bola voli.


Karena wajib standar internasional, kata Ratiyono, renovasi arena olahraga memakan waktu enam bulan. Jika renovasi dimulai pada 2018, dia memperkirakan proyek tersebut tidak akan selesai pada Juli tahun depan. Sementara, sebelum Asian Games 2018, pemerintah DKI Jakarta juga harus menggelar uji coba untuk menguji kelayakan semua pertandingan arena. "Tidak cukup waktu jika semuanya dimulai tahun depan," katanya.

No comments:

Post a Comment

Adbox