LightBlog

Thursday, September 28, 2017

Rahmayani, menjadi Rahmat Yani, kecohkan Syarifah dan keluarga

DewaDominoQQ
Pengungkapan pernikahan sesama jenis di Dusun Erelebu, Kelurahan Eka Tiro, Kecamatan Bontotiro, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, telah menimbulkan kehebohan di masyarakat.

Apakah seorang pria bernama Rahmat Yani menikahi wanita cantik bernama Syarifah Nurul Husna, gadis 20 tahun itu. Begitu juga saat resepsi. Foto dan acara perjamuan, semuanya berjalan lancar. Sampai matahari terbenam dan para tamu pulang satu per satu.

Dan saat yang paling ditunggu-tunggu dari kedua kekasih ini, malam pertama.

Namanya sudah valid ! Tidak bisa lagi ada penutup antara Syarifah dan Rahmat. Sampai terdengar jeritan datang dari kamar pengantin. Syarifah berlari keluar ruangan. Syarifah shock dan menangis. Begitu pula dengan keluarga setelah mendengar cerita Sarifah.

Apa yang terjadi?

Rupanya Sarifah tidak menemukan 'sesuatu' di tubuh Rahmat seperti biasanya ditemui pada pria. Justru yang dia lihat di Rahmat adalah 'sesuatu' yang mirip dengan dirinya sendiri. Keluarga itu tidak diam. Dia membenarkan siapa sosok yang baru saja menikahi Safirah. Memperbaiki!Rahmat bukan laki-laki. Dia perempuan. Nama aslinya adalah Rahmayani. Hanya butuh surat untuk membuat Rahmayani menjadi nama laki-laki.

Hal ini diperkuat setelah kepala desa memastikan asal desa Rahmat Yani. Setelah dikonfirmasi bahwa desa Rahmat Yani maka kepala dusun tersebut menghubungi orang-orang di desa tersebut. Dan warga di Herlang, desa Rahmat Yani, mengungkapkan jenis kelamin Rahmat Yani sebagai bukan laki-laki. Keluarga itu tidak mencurigakan Pihak keluarga Syarifa mengungkapkan bahwa pada awalnya tidak ada yang tahu apakah Rahmat Yani adalah warga negara perempuan.

Karena Rahma Yani menyerupai seorang pria pada umumnya dan tidak ada tanda-tanda apakah dia wanita.
"Karena kita tidak tahu apakah dia wanita oleh keluarga di sini juga segera mendapat kabarnya," kata keluarga Maemuna Syarifah Nurul Husna, Kamis (28/09/2017).

Dalam proses pendaftaran, kepada keluarga Syarifah, Rahmayani memperkenalkan dirinya sebagai Rahmat Yani, seorang pria dari desa Herlang. Hal ini didukung suara Rahma yang terdengar nyaring, agak berat seperti pria. Ia juga mengaku sudah 3 bulan berkencan dengan Sarifah. Keduanya merasa cocok dan ingin menikah.

Alih-alih Sarifah dijodohkan terhadap  pria lain, Rahmat ingin segera mempercepat persetujuan pernikahan. Ia juga meminta untuk menikah di bawah tangan karena berkasnya belum lengkap. Dia berjanji akan dibuat selesai setelah pernikahan.

"Jangan sampai ada yang melamar Sarifah, Pak!, 'kata Rahmat meyakinkan keluarga Sarifah.

Rahmat juga meminta untuk menikah siri karena ia tidak mendapat restu dari orang tuanya. Keluarga Syarifah juga melihat keseriusan Rahmat. Bayangkan uang mahar yang diterima dari Rahmat Yani untuk Suarifah seharga Rp 30 juta ditambah sebidang tanah.

Ini cukup besar di desa tempat tinggal Syarifah.

Penghulu pun terkecoh karena Rahmat menunjukkan kartu identitasnya sebelum mengucapkan ijat kabul. Dan itu menunjukkan dia seorang laki-laki.


Dan akhirnya wali Sarifah juga menikahkannya dengan kondisi pasca pesta, dokumen pernikahan harus dilengkapi setelahnya.

No comments:

Post a Comment

Adbox