LightBlog

Monday, September 4, 2017

Korut uji bom hidrogen, AS : Sepertinya korut minta perang


DewaDominoQQ
NEW YORK - Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Nikki Haley, mengatakan Pyongyang "meminta perang" setelah melakukan uji coba nuklir pada akhir pekan. Dia juga mengatakan Korea Utara  akan meluncurkan rudal lagi.

Haley menuduh mitra dagang Korea Utara pada hari Senin membantu ambisi nuklirnya. Dia juga mendesak 15 anggota Dewan Keamanan PBB untuk menjatuhkan sanksi terkuat untuk mencegahnya.

"Perang bukanlah sesuatu yang diinginkan AS, kita tidak menginginkannya sekarang, tapi kesabaran negara kita ada  batasnya, kita akan membela sekutu dan wilayah kita," kata Haley.
"AS akan melihat setiap negara yang melakukan bisnis dengan Korea Utara sebagai negara yang memberikan bantuan untuk niat nuklir mereka yang sembrono dan berbahaya," Selasa (5/9/2017).
Haley mengatakan Amerika Serikat akan mengedarkan resolusi Dewan Keamanan baru untuk Korea Utara minggu ini dan menginginkan pemungutan suara untuknya Senin depan.

China, dan Rusia  yang melakukan mitra dagang utama dengan Korea Utara, menyerukan sebuah resolusi damai untuk menyelesaikan krisis tersebut.
"China tidak akan membiarkan kekacauan dan perang di Semenanjung Korea," kata Liu Jieyi, duta besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa. Dia juga mendesak Korea Utara untuk berhenti melakukan tindakan yang "salah" dan bukan demi kepentingannya sendiri.
Sementara Rusia mengatakan perdamaian di wilayah ini dalam bahaya. "Sanksi itu sendiri tidak akan membantu memecahkan masalah ini," kata Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia.

Korea Utara telah mendapat sanksi dari PBB sejak 2006 atas program rudal balistik dan nuklirnya. Biasanya, China dan Rusia hanya melihat rudal jarak jauh atau uji senjata nuklir sebagai pemicu untuk sanksi PBB lebih lanjut.

Pejabat mengatakan kegiatan di sekitar lokasi peluncuran rudal tersebut menunjukkan bahwa Korea Utara merencanakan lebih banyak tes rudal.

"Kami terus melihat peluncuran rudal balistik yang lebih signifikan dan kami mengharapkan Korea Utara untuk menembakkan rudal balistik antar benua," kata Jang Kyoung-soo, yang bertindak sebagai wakil menteri pertahanan nasional, mengatakan dalam sebuah sidang parlemen pada hari Senin.


Korea Utara menguji dua rudal balistik antar benua (ICBM) pada bulan Juli yang bisa terbang sekitar 10.000 km. Peluncuran ICBM menempatkan bagian AS dari benua tersebut dalam jangkauan api dan mendorong babak baru sanksi internasional yang berat.

No comments:

Post a Comment

Adbox