LightBlog

Saturday, September 30, 2017

Guru SMP di NTT menghukum 8 muridnya dengan menjilati kloset toilet

DewaDominoQQ
Sebanyak delapan siswa SMPN 4 Poco Ranaka, Manggarai Timur-Flores-Nusa Tenggara Timur, dijatuhi hukuman menjilat kloset (WC) di sekolah, Jumat (15/09/2017) pagi. Guru yang menghukum mereka dengan inisial YN, guru siswa di sekolah tersebut. Mereka dihukum karena menggunakan bahasa daerah Manggarai di lingkungan sekolah sebelum KBM.

Guru yang terhormat menggunakan dana BOSDA dan kemudian memanggil murid-muridnya ke toilet dan menjilati kloset toilet secara bergantian.

"Awalnya kita tidak tahu, anak-anak tidak beri tau, mereka takut karena gurunya mengancam memberi nilai jelek jika kejadian itu diceritakan kepada orang tua."

"Anak-anak  tidak memberitahu orang tua kejadian  menjilat kloset toilet itu terjadi pada tanggal 15 September 2017 pagi."

"Kami baru tauu, tanggal 22 September 2017 karena teman mereka memberi tahu kami," kata Frans Par saat dihubungi oleh Pos Kupang via telepon, Kamis (28/09/2017) malam.

Frans menjelaskan, orang tua yang anak-anaknya mendapat hukuman itu mau melaporkan ke dinas PPO Matim pada Sabtu (23/09/2017) pagi, tapi tidak jadi dikarenakan pegawai negeri di Matim bekerja lima hari. Mereka Sabtu tidak bekerja.

"Kami pergi ke Kantor Pelayanan Mato PPO pada Senin (25/09/2017) pagi, dimana kami bertemu dengan Kasubag," kata Frans.

Kata Frans Insiden  menjilat kloset toilet itu , sangat tidak bisa diterima oleh orang tua sehingga mereka melapor ke dinas PPO Matim. Frans menyebutkan, SMPN 4 Poco Ranaka ada di Desa Watu Lanur, Kecamatan Poco Ranaka. Delapan siswa yang dihukum oleh gurunya itu  adalah Gundi Par, Sanga, Patris, Rian, Naur, Ronald, Rami dan Kala.

Pemecatan YN

Kadis PPO Matim, Frederika Soch saat dihubungi Pos Kupang via  telepon, Kamis (28/09/2017) malam, mengaku telah mendapat keluhan dari orang tua.

"Saya setelah menerima keluhan orang tua SMPN 4 Poco Ranaka segera memecat YN sebagai guru Bosda di SMPN 4 Poco Ranaka. Pada hari itu saya langsung memecatnya  dengan mengeluarkan sepucuk surat kepada YN yang diberhentikan dari guru di sekolah tersebut," kata Frederika.

Ia juga menyesali tindakan sang guru. Alasannya, apa yang dia lakukan termasuk dalam kategori kekerasan terhadap anak.


"Memangnya  tidak ada hukuman lain selain menjilati kloset toilet? Jadi saya langsung pecat guru itu" kata Kadis Fredrika.

No comments:

Post a Comment

Adbox