Mendengarkan lagu menggunakan headset atau earphone sudah menjadi hal yang biasa untuk saat ini.
Agar fokus dalam melakukan sesuatu hal ataupun dalam hal tidak ingin mengganggu orang sekitar menjadi alasan mengapa headset sering dipakai oleh penggunanya.
Namun, ternyata ada efek negatif dalam penggunaan headset ini. Jika menggunakannya terlalu lama bisa berakibat fatal pada rusaknya pendengaran.
Organisasi Kesehatan Dunia menuding bahwa alat pemutar video yang dipakai oleh anak muda zaman sekarang sudah merusak gendang telinga dan mendobrak batas tingkat kebisingan yang cukup membahayakan.
WHO mencatat bahwa ada sebanyak 466 juta orang di dunia yang diketahui mengalami gangguan dalam pendengaran.
Angka ini naik dimana pada tahun 2010 hanya 360juta dan diperkirakan akan naik menjadi dua kali lipat menjadi 900 juta pada tahun 2050 atau satu dari setiap 10 orang menderita.
Dr Shelly Chadha dari program pencegahan gangguan pendengaran dan tuli WHO mengungkapkan bahwa lebih dari satu miliar anak muda beresiko menderita gangguan di pendengaran dikarenakan kebiasaan yang sering dilakukan, yaitu sering mendengarkan musik dengan headphone ataupun perangkat lain yang sejenisnya.
Seperti yang diberitakan di Channel News Asia pada hari Selasa(12/2/2019), WHO meminta kepada produsen untuk memastikan bahwa smartphone ataupun pemutar audio lainnya mempunyai aplikasi yang dapat mengatur penggunanya sehingga tidak terlalu lama saat mendengarkan musik yang volumenya diputar terlalu keras.
Chadha mengusulkan adanya sebuah fitur yang dapat mengurangi volume secara otomatis sehingga volumenya tidak melampaui batas suara. Dirinya mengusulkan sebuah fitur yang dapat mengurangi volume secara otomatis sehingga tidak terlalu membahayakan untuk telinga.
Chadha juga berusaha agar para pengguna dapat mengambil pilihan yang baik ketika mendengarkan audio atau resikonya mereka harus merelakan pendengarannya terganggu dan tinitus di waktu mendatang.
Satu-satunya daerah yang mengatur tentang batas penggunaan perangkat audio adalah Uni Eropa.
Pemantauan tingkat volume di tempat umum seperti di klub malam ataupun di arena olahraga juga dilakukan oleh WHO.
Sebenarnya, untuk tempat-tempat seperti itu sudah ada aturan volumenya, namun hal ini tidak terlalu dipraktekkan secara menyeluruh.
"Apa yang kami (WHO) lakukan sekarang adalah mengembangkan kerangka pengaturan volume audio ditempat umum seperti di bar, area konder, restoran dan juga kelas kebugaran dimana tempat-tempat ini sering memutar audio dengan volume yang tinggi dan diputar dalam waktu yang cukup lama," ucap Chadha.




BIG PROMO 17 Agustus Merdeka Indonesiaku Tercinta Ke 74
ReplyDeletePromo-Promo Menarik Di HAPPYPOKER99
♠ Bonus New Member 17%
♠ Bonus Next Deposit 7%
♠ Deposit Via Pulsa Telkomsel & XL
♠ Bonus Rolingan 0,5%
♠ Bonus Referral 20%
♠ Lucky Spin
Daftar ➡ Main ➡ Deposit ➡ Withdraw
Nikmati 7 Jenis Permainan dalam 1 ID :
♠ Poker
♠ Domino
♠ Ceme
♠ Ceme Keliling
♠ Capsa Susun
♠ Omaha
♠ Super 10
Hubungin Kami Segera :
WhatsApp : +855.11.983.665
LINE ID : hepipoker99
LiveChat : Hepipoker99
🇲🇨 MERDEKA 🇲🇨