![]() |
| DewaDominoQQ |
Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta segera dilantik,
Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, akan
menganggur selama enam bulan pertama kepemimpinannya. Alasannya, tidak ada
program Anies-Sandi yang masuk utuh ke perubahan APBD 2017. Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik membenarkan hal ini.
Menurut Taufik, eksekutif terlalu mengabaikan Anies-Sandi, sampai-sampai tidak mau memasukkan program yang menjadi janji
politik Anies-Sandi.
"Para eksekutif seharusnya memberi ruang bagi Anies-Sandi
untuk memenuhi janji politiknya," kata Taufik.
Alasan pemerintah kota, kata Taufik, program Anies-Sandi
terputus dengan program saat ini.
"Programnya harus punya nama, itu harus dibuat sesuai
namanya," kata Taufik.
4 Janji Anies-Sandi yang sangat tidak mungkin terwujud
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil
Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno memiliki banyak janji kepada warga
Jakarta. Janji tersebut disampaikan dalam berbagai kesempatan dalam
kampanye Pemilukada 2017. Janji Anies-Sandi disampaikan baik di putaran pertama
maupun putaran kedua.
Keduanya sekarang resmi menjabat sebagai
gubernur dan wakil gubernur DKI. Karena itu, mereka harus segera menyadari janji ini atau
akan ditagih oleh warga Jakarta. Apalagi, janji itu menyangkut
kepentingan warga Jakarta dan banyak berpengaruh pada elektabilitasnya.
Anies-Sandi mengungkapkan setidaknya 11 janji yang sangat
berpengaruh terhadap kehidupan warga Jakarta. Janji-janji itu ada yang bersifat sangat umum
atau sulit diukur,dan sulit diterapkan karena berbagai alasan. Tantangan pertama adalah Anies-Sandi akan menghadapi
pemerintah pusat. Tantangan kedua, Anies-Sandi akan kesulitan mencari sumber
pendanaan. Tantangan ketiga, Anies-Sandi akan tersandung pada peraturan dan
birokrasi yang ada atau yang berbelit-belit.
Inilah janji Anies-Sandi yang sulit dilakukan
1. Hentikan reklamasi Pantura
Proyek reklamasi telah berjalan, tidak hanya di era
pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, tapi juga di era gubernur pendahulunya. Anies-Sandi akan merasa kesulitan untuk menghentikan aktivitas
kelautan secara menyeluruh karena akan menghadapi pemerintah pusat.
Menteri Koordinator Kelautan Luhut Binsar Panjaitan secara
terbuka meminta agar Anies-Sandi meninjau kembali rencana tersebut untuk
menghentikan reklamasi karena proyek tersebut dibutuhkan oleh masyarakat. Selain
itu, kebijakan tersebut juga akan menghadapi investor raksasa yang telah
menguasai ekonomi Indonesia.
2. Rumah dengan DP Nol Persen
Banyak pihak mengatakan, satu janji yang sangat kuat dan
mampu menarik perhatian publik Jakarta adalah pembangunan rumah dengan uang
muka (DP) nol persen. Tapi masalahnya, membangun rumah dan kemudian menjualnya
dengan DP nol persen di Jakarta sangat tidak masuk akal.
Harga tanah di Jakarta sudah puluhan juta rupiah. Biaya
bangunan per meter persegi sudah di atas Rp 2 juta. Karena itu, Anies akan
kesulitan mencari pemodal untuk membiayai program tersebut. Pasangan
Anies-Sandi sampai saat ini belum pernah menunjukkan model atau skema
pembayaran rumah DP Nol persen ini.
3. Membangun 200.000 Pengusaha Baru.
Janji untuk menciptakan pengusaha baru di Jakarta sebagian
besar disampaikan oleh Sandiaga Uno yang memiliki latar belakang seorang
pengusaha. Dia dengan penuh semangat menyampaikan konsepnya melalui program Oke
Oce. Di Jakarta ada 44 kabupaten dan di setiap kecamatan akan dibangun
setidaknya satu tempat untuk mendidik calon pengusaha baru.
Justru masalahnya, menjadikan seseorang sebagai entrepreneur
bukan hanya sekedar masalah modal saja. Yang lebih penting dari itu adalah
mengubah pola pikir. Cara orang berpikir bahwa pebisnis harus berubah menjadi
pola pikir pebisnis.
Mengubah tantangan menjadi sebuah peluang merupakan syarat wajib
menjadi pengusaha sukses. Karena itu, mencetak 200.000 wirausahawan dalam 5
tahun bukanlah pekerjaan yang mudah bagi Sandi dan timnya.
4. Integrasi Seluruh Mode Transportasi di Jakarta
Ini adalah program yang menarik perhatian bukan
hanya warga Jakarta tapi juga yang aktif di ibu kota. Untuk bisa memecah
kemacetan, salah satu solusi pasti adalah menggerakkan penggunaan kendaraan
pribadi ke angkutan umum. Pemilik angkutan umum tidak seluruhnya berbentuk
badan usaha. Sebenarnya sebagian besar milik individu. Dan di beberapa daerah
di Jakarta, angkutan umum dikendalikan oleh pengangkutan 'preman' atau
omprengan, pelat hitam kendaraan.
Karena itu, menjadikannya semua dalam satu jaringan yang
terhubung, meski hanya menggunakan satu kartu untuk digunakan di semua transportasi,
nampaknya sebuah kemustahilan bisa teralisasi dalam waktu 5 tahun.
Itulah beberapa janji Anies-Sandi yang akan sulit
diimplementasikan dan bisa jadi hanya PHP (Pemberi Harapan Palsu).
Janji-Janji lainnya adalah:
1. Memperluas manfaat Kartu Jakarta Pintar dalam bentuk
Kartu Jakarta Pintar Plus, sehingga bisa
digunakan juga oleh orang berusia 6-21 tahun yang tidak bersekolah, namun
memiliki keinginan untuk mengikuti keterampilan dan kursus pelatihan.
2. Memperluas Manfaat Kartu Jakarta Sehat dalam bentuk Kartu
Jakarta Sehat Plus, dengan menambahkan fasilitas khusus untuk guru mengaji,
guru Sekolah Minggu, penjaga ibadah, penceramah, dan pemuka agama.
3. Mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan
kejuruan dengan mengintegrasikan dunia bisnis ke dalamnya, sehingga
menghasilkan lulusan yang langsung diserap ke dunia kerja dan berwirausaha.
4. Memberikan kredit usaha perempuan mandiri untuk
memberdayakan perempuan di Jakarta.
5. Mengatasi kesenjangan modal dengan menjadikan Kepulauan
Seribu sebagai Kepulauan Pembangunan Independen dengan menyediakan fasilitas
infrastruktur, ketenagakerjaan, pendidikan dan kesehatan bagi seluruh warganya,
dan menjadikannya sebagai pusat inovasi konservasi ekologis.
6. Meningkatkan kesejahteraan pegawai Infrastruktur dan
Penempatan Fasilitas Umum (PPSU).
7. Meningkatkan bantuan sosial untuk rumah ibadah, lembaga
pendidikan agama, lembaga sosial, Sekolah Minggu, dan Majelis Taklim
berdasarkan asas proporsionalitas dan keadilan.




No comments:
Post a Comment