Jepang merupakan salah satu negara di dunia dengan usia harapan hidup tertinggi. Di Jepang, rata-rata usia harapan hidup berkisar diantara 83-84 tahun.
Tidak hanya itu, kebanyakkan warga Jepang terkenal tetap bugar walaupun sudah berusia diatas 70 tahun.
Jepang juga menjadi salah satu negara dengan tingkat obesitas terendah di dunia.
Banyak yang berpikiran bahwa ini semua dapat terjadi karena pola hidup orang Jepang yang sangat menjaga kesehatan.
Kebiasaan makan orang Jepang sepertinya juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kesehatan tubuh mereka.
Inilah 6 kebiasaan makan di Jepang yang kemungkinan besar membantu mereka menjadi sehat dan berumur lebih panjang
1. Makanan yang Bergizi Seimbang.
Orang Jepang sangat menghindari makanan Junk Food. Mereka lebih menyukai sajian ikan yang dinikmati mentah seperti sashimi ataupun dimakan dengan campuran nasi seperti Sushi.
Selain itu mereka juga suka mengkonsumsi sayuran hijau, kedelai, beras, rumput laut, teh hijau dan buah-buahan.
Porsi makanan di Jepang kaya akan gizi dan seimbang tanpa makanan yang tinggi kalori.
Kesegaran ikan, sayur dan buah juga sangat diperhatikan demi menjaga asupan gizi yang lebih sempurna.
2. Metode Memasak.
Masyarakat Jepang sangat jarang mengkonsumsi menu yang digoreng dalam minyak yang banyak atau deep fry.
Mereka lebih menyukai metode memasak dengan cara direbus, dikukus, dipanggang atau jika digoreng, digoreng memakai panci khusus dengan sedikit minyak.
Sayuran dimasak dengan diiris kecil dan dimasak hanya sebentar ataupun dinikmati dengan dijadikan sebagai salad.
Metode memasak yang sebentar dan tidak mengubah bentuk dan rasa makanan ini membuat makanan tetap menyimpan nutrisi yang banyak.
3. Budaya Makan yang Tidak Berlebihan.
Cara makan di Jepang dengan cara makan perlahan dengan suapan atau potongan makanan yang kecil, dan dilakukan diatas piring yang kecil juga.
Lauk-lauk ditata dipiring yang berbeda sesuai dengan jenisnya. Mereka mana nasi juga dengan sumpit sehingga suapannya tidak terlalu banyak.
Dengan gaya makan seperti ini, mereka akan tahu kapan harus berhenti makan dan tidak makan secara berlebihan.
4. Mengkonsumsi Nasi Putih, Bukan Roti.
Warga Jepang memakan nasi sebagai makanan utama bukan roti.
Pilihan ini tentunya lebih sehat dibandingkan dengan roti yang pembuatannya dengan menambahkan susu dan mentega sehingga mengandung lebih banyak kalori.
Nasi dimasak dengan cara dikukus, tanpa adanya tambahan garam dan mentega. Mereka yakin mengkonsumsi nasi seperti ini akan lebih sehat dibandingkan dengan mengkonsumsi roti.
5. Sarapan Menjadi Menu Utama
Orang Jepang tidak pernah melupakan sarapan. Ini menjadi makanan utama dan terpenting menurut mereka.
Tidak makan malam tidak masalah, yang penting tidak meninggalkan sarapan.
6. Makanan Penutup Tidak Terlalu Manis.
Tidak ada menu cokelat atau permen dan pudding dalam hidangan pencuci mulut.
Jika mereka ingin menikmati dessert, mereka akan menyajikan kue mochi yang sekarang ini sudah dikombinasikan dengan isian es krim. Kue mochi dibuat dari tepung beras yang kenyal, namun dibuat dengan tidak terlalu manis.










No comments:
Post a Comment