Banyak perempuan ataupun pasangan suami istri ingin menfokuskan waktu mereka dalam meniti karier. Dengan alasan ini merekapun akhirnya menunda untuk memilik momongan.
Namun, perlu diketahui jika kalian yang sudah berumur 35 tahun dan keatas jika ingin mempunyai buah hati, ini akan sedikit beresiko dikarenakan kualitas sel telur yang mengalami penurunan.
Dr Yassin Yanuar, SpOG (K) mengatakan untuk wanita yang menunda kehamilan namun ingin mempunyai anak harus membuat sebuah program perencanaan sehingga mereka tetap bisa mempunyai anak.
"Idelanya menunda kehamilan haruslah ditempatian dalam sebuah kerangka perencanaan keluarga, khususnya perencanaan reproduksi keluarga, dengan didampingi oleh spesialisbobstresi dan ginekologi," ucap dr Yassin saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa(18/12).
Dalam menjaga kualitas sebuah sel telur, saat ini sudah berkembang inovasi di bidang medis yaitu penyimpanan sel telur yang nantinya dapat digunakan ketika sudah siap untuk mempunyai anak.
Proses ini hampir menyerupai proses bayi tabung, yang membedakan hanya setelah mengambil sel telur dari ovarium sel telur ini tidak dilakukan penggabungan dengan sel sperma, namun langsung disimpan dan dibekukan di Laboratorium khusus.
Dr Fachry Achmad, MPH selaku Direktur dari PT Ingin Anak mengatakan klinik SMART-IVP penyimpanan sel telur akan dikenakan biaya 2juta per tiga bulan penyimpanan. Biaya awal dari penyimpanan sel telur dengan harga 5juta termasuk didalamnya biaya pengambilan sel telur.
dr. Fachry menambahkan untuk biaya pengangkatan sel telur ini akan lebih murah dibandingkan dengan biaya operasi bayi tabung di Klinik SMART-IVP yang berkisar dengan harga Rp 38 Juta.
"Perbedaan dananya tidak sampai 38 juta dikarenakan tidak langsung penggabungan embrio transfer, hanyalah stimulasi, pick up sel telur dan tahap prosedur di laboratorium," ucap Fachry.




No comments:
Post a Comment